Sunday, 17 January 2016

kesederhanaan kehidupan cinta traveler

Berbeda dengan saran kebanyakan, kali ini akan mempromosikan traveler sebagai calon pasangan sempurna untukmu. Dia yang suka jalan-jalan, menghabiskan uangnya untuk menjajal tempat baru ternyata bisa jadi pasangan yang membahagiakanmu. Penasaran dong, kenapa?

1. DiaTahu Cara Merayakan Kehidupan

Kamu akan diajari cara merayakan kehidupan via plus.google.com
Salah satu kualitas yang oke kalau ada di pasangan adalah saat kamu dan dia bisa sama-sama merayakan kehidupan. Maksudnya merayakan kehidupan disini adalah kamu dan dia bisa berbagi pengalaman dan merasakan pengalaman baru bersama.
Punya pasangan seorangtravelerakan merubah cara pandangmu terhadap hidup. Kamu nggak akan lagistuck pacaran cuma nonton atau makandi restoran. Bersama dia kamu bisa ke Derawan, ke Wakatobi, ke Pantai Lovina. Ngerasain hal baru bareng pasangan pasti nyenengin dong ya.

2. Kalian Gak Akan Gampang Jenuh

Gimana bisa jenuh kalau diajak begini? via sekalengkopi.files.wordpress.com
Agenda pacaran kok standar. Isinyacuma nonton-jalan ke mall-makan-pulang. Kalau 3 tahun begitu terus ya bosan lah! Kebosanan karena hal yang stagnan macam ini gak akan terjadi kalau kamu punya pacar yang hobi traveling. Dia selalu punya ide baru harus membawamu kemana.
Karena pengalaman jalan-jalannya banyak, yang di otaknya bukan cuma hal-hal standar yang sering dilakukan pasangan lain. Jangan kaget kalau suatu hari dia tiba-tiba mengajakmu kencan sambilsand-boarding.Atau merayakananniversarykalian dengan naik Gunung Rinjani bersama-sama.

3. Sama Dia Bersenang-Senang Gak HarusHedon

Bersenang-senang gak harus hedon via asset-3.soup.io
Saat orang lain merasa harus punya tablet keluaran terbaru, dia santai aja dengan ponsel sederhana yang cuma bisa SMS dantelpon. Toh semua kegiatan yang berhubungan dengan internet masih bisa dilakukan via laptop. Waktu teman-teman kalian merasa perlu nonton konser artis luar negeri yang harga tiketnya jutaan, dia malah menggunakan uangnya untuk menjajal jalur Trans-Sumatra.
Perjalanan mengajarkan dia cara bersenang-senang yang tidak dekat dengan materialisme. Mengenal berbagai tipe orang dari banyak daerah membuat pasanganmu sadar bahwa untuk bahagia seseorangtidak selalu harus mengeluarkan banyak uang. Kalau lihat pantai sambil dengar lagi aja sudah bisa bikinhappy,kenapa harus membuang uang untuk pengeluaran yang nggak perlu?

Saturday, 26 September 2015

Islam diperkirakan eksis mulai sekitar 610 Masehi sedangkan komunitas Islam pertama ada di Madina tahun 622 Masehi.


Apakah Al Quran Lebih Tua dari Era Nabi Muhammad SAW?
Kitab Suci Al quran (Ilustrasi)
Temuan penggalan Al Quran tertua di Birmingham University pada Juli lalu berujung perdebatan. Riset mengungkap, penggalan Al Quran itu lebih tua dari masa Nabi Muhammad SAW!
Hasil penanggalan karbon menguak, penggalan Al Quran sebanyak dua lembar itu berasal dari masa 568-645 Masehi. Sementara, Muhammad diperkirakan hidup antara 570-632 Masehi.

Tom Holland, sejarawan Inggris yang tak terlibat riset, mengatakan, temuan ini mengejutkan dan mengguncang kemapanan tentang sejarah Al Quran dan Islam.
Keith Small dari Bodleian Library, Oxford University, menambahkan, temuan itu memberi dukungan pada pandangan lain tentang asal-usul Al Quran.
"Seperti bahwa Muhammad dan pengikutnya sebenarnya menggunakan teks yang sudah ada dan mengkonstruksinya sesuai dengan agenda politik dan teologinya, bukan menerima wahyu," kata Small.

Hasil analisis karbon ini sontak mendapat tentangan dari ilmuwan Muslim. Mustafa Shah dari School of Oriental and African Studies di University of London salah satunya.
"Jika memang begitu, manuskrip ini bertentangan dengan kepercayaan tentang asal-usul Al Quran," ungkapnya seperti dikutip The Times, Senin (31/8).

Sunday, 6 September 2015

Keperkasaan Alam Kerinci : Satu-satunya Daerah Di Sumatera Yang Tak Bisa Dikuasai Sriwijaya


Dalam pertumbuhannya, sebagaimana kebanyakan pemerintahan negeri-negeri pada masa lalu, ada negeri yang kuat dan berkembang, sebaliknya adapula yang tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam atau lenyap. Hal tersebut juga berlaku terhadap negeri-negeri Sigindo di Alam Kerinci, dimana tidak semua negeri Sigindo dapat tumbuh menjadi negeri yang makmur dan kuat. Bagi negeri yang tidak mampu berkembang, maka secara alamiah lenyap dengan sendirinya.

Bilamana suatu negeri Sigindo tidak dapat bertahan lagi, maka biasanya rakyat negeri tersebut akan memilih bergabung dengan negeri Sigindo lain, yaitu dengan negeri Sigindo yang lebih kuat dan makmur. Kondisi ini merupakan seleksi alamiah yang terjadi terhadap kemapanan dari suatu pemerintahan Sigindo yang tersebar di Alam Kerinci. Sehingga pada akhirnya pemerintahan Sigindo yang bertahan, memang benar-benar pemerintahan Sigindo yang telah teruji kemapanannya.

Asal-usul Sigindo

Diperkirakan bahwa sekitar abad ke 6 Masehi di wilayah Alam Kerinci, Jambi, telah terbentuk negeri-negeri yang secara terpisah mempunyai pemerintahan sendiri. Sebuah komunitas masyarakat sudah barang tentu mencari pemimpin dari orang-orang yang mempunyai pengaruh dan disegani dalam kelompoknya. Biasanya mereka juga merupakan orang yang diyakini memiliki kesaktian sehingga diharapkan dapat melindungi negeri dari berbagai mara bahaya yang ditimbulan manusia, alam, binatang, maupun roh-roh jahat.

Munculnya pemimpin-pemimbin negeri baru ini diperkiranan seiring dengan pertumbuhan negeri-negeri di Alam Kerinci, yaitu sekitar abad ke 6 Masehi. Para pemimpin negeri itu, dikenal dengan sebutan Sigindo atau kepala kaum/kelompok dari suatu komunitas keturunan dari kelompok masyarakat yang mendiami suatu daerah tertentu, dimana sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan dari suatu wilayah negeri.

Sebuah negeri Sigindo terdiri atas beberapa buah dusun, dimana di dalam sebuah dusun terdapat kelompok kekarabatan masyarakat seketurunan. Pada kelompok kekarabatan ini masih terdapat lagi kelompok yang lebih kecil yaitu kumpulan dari kelompok-kelompok kekeluargaan, sedangkan strata masyarakat yang paling kecil adalah keluarga. Masing-masing strata kekarabatan mulai dari unit yang terkecil dipimpin oleh seorang kelompok yang ditunjuk dan dipilih menurut ketentuan adat yang berlaku.

Dalam perkembangan selanjutnya, untuk unit keluarga terkecil disebut dengan Tumbi oleh kepala Tumbi atau kepala keluarga. Kumpulan dari beberapa unit keluarga kecil (tumbi) dalam lingkup kekarabatan seketurunan disebut dengan istilah Perut, dan dipimpin oleh Tengganai. Lapisan berikutnya merupakan dari beberapa Perut disebut dengan istilah Kelebu dan dipimpin oleh kepala Kelebu yang lazim disebut sekarang dengan istilah Ninik Mamak. Sedangkan kumpulan dari kekerabatan Kelebu disebut dengan ‘luhak; atau lurah yang dipimpin oleh seorang kepala lurah yang lazim disebut dengan Depati.

Masing-masing strata di atas mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri yang pada intinya menuntun dan membimbing masyarakat untuk dapat mentaati norma dan kententuan adat negeri. Melalui strata kemasyarakatan di atas, segala bentuk kebijakan pemerintah negeri disampaikan secara beranting ke bawah. Melalui alir sistem ini dilakukan pengendalian terhadap komponen masyarakat atau warga yang terhimpun dalam sebuah negeri Sigindo. Masing-masing pemimpin pada strata masyarakat yang terbentuk memikul tugas dan tanggung jawab membina dan mengurus anak negeri atau kaum kerabatnya.

Bila sebuah negeri Sigindo hanya merupakan sebuah dusun, maka berarti Sigindo yang memerintah hanya memerintah strata kelompok masyarakat yang berada dalam lingkup dusun itu saja. Namun apabila sebuah negeri Sigindo terdiri atas banyak dusun dibawahnya, maka Sigindo yang berkuasa berarti memerintah dan mengatur seluruh strata kemasyarakatan yang terdapat pada beberapa dusun. Makin banyak dusun-dusun yang berada di bawah sebuah pemerintahan Sigindo, menunjukkan besarnya kekuasaan seorang Sigindo.

Indahnya Danau Gunung Tujuh, Danau Tertinggi se Asia Tenggara




KERINCI, NEGERI DI ATAS AWAN. Masyarakat umum, terutama para pecinta alam, mungkin lebih mengenal Kerinci dengan Gunung Kerinci (3.805 mdpl), yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera sekaligus tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya, Papua, dan gunung api tertinggi di Indonesia.

Namun tahukah anda bahwa ada banyak daya tarik wisata alam di Kabupaten paling barat provinsi Jambi ini? Salah satu yang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan petualang adalah Danau Gunung Tujuh, yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, dengan ketinggian 1.950 mdpl.

Danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, berdekatan dengan Gunung Kerinci, dan masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Saat ini, Danau Gunung Tujuh menjadi nominasi kuat dalam New9Wonderful Indonesia kategori danau.


Untuk mencapai lokasi ini, anda bisa memulai perjalanan dari kota Padang atau kota Jambi dengan biaya Rp. 110.000 dari Padang dan Rp. 140.000 dari Jambi. Dari kedua kota ini, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Kerinci dengan menumpang mobil travel, dengan jarak tempuh 5 jam dari Padang dan 8 jam dari Jambi. Perjalanan sejauh ini dijamin tidak akan membuat anda bosan, apalagi jika anda melakukan perjalanan pada siang hari, maka mata anda akan dimanjakan dengan keindahan alam Kerinci yang begitu menawan. Atau bagi anda yang tidak sabar sampai di Kerinci, anda bisa menumpang pesawat dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Bandara Depati Parbo Kerinci, namun jadwal penerbangannya masih belum banyak, hanya 1-2 kali dalam seminggu.

Suku Tertua di Dunia Ada di Indonesia

Mengejutkan, Suku Tertua di Dunia Ternyata Ada di Indonesia
Suku KERINCI Ras Tertua di Dunia?



PENELITI antropologi urban dari Universitas Diponegoro Radjimo menyatakan suku Kerinci yang mendiami dataran tinggi bukit barisan di sekitar Gunung Kerinci ternyata lebih tua dari suku Inka, Indian di Amerika.

"Dari sebuah kesimpulan riset Dr Bennet Bronson peneliti dari AS bersama Tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada 1973, yang saya baca malah berpendapat bahwa suku Kerinci bahkan jauh lebih tua dari suku Inka (Indian) di Amerika," katanya, di Jambi, Sabtu (21/5).
Hal itu berarti suku Kerinci tidak hanya lebih tua dari proto-melayu. Suku Indian Inka sendiri adalah suku yang salah satu ramalan purbanya tentang kiamat 2012 jadi inspirasi film Hollywood yang menghebohkan pada 2009 lalu. Suku India Inka diyakini sebagai suku purba yang telah memiliki peradaban tinggi.

Radjimo mengungkapkan, salah satu pembuktian yang dikemukakan tim Bennet Bronson itu adalah tentang manusia Kecik Wok Gedang Wok. Ia merupakan suku pertama yang telah mendiami dataran tinggi Kerinci lebih dari 10.000 tahun lalu itu. Suku itu belum mempunyai nama panggilan secara individu sampai masuknya suku Proto-Melayu.

"Sedangkan suku Indian Inka di Amerika yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu suku dan ras tertua di dunia diketahui pada zaman yang sama sudah memiliki nama, seperti Big Buffalo (Kerbau Besar), Little Fire (Api Kecil) dan lainnya," terang Radjimo.