Listen to my heart
Can you hear it sing?
Telling me to give you everything
Seasons may change
Winter to spring
But I love you until the end of time
Come what may...
I will love you until my dying day
Can you hear it sing?
Telling me to give you everything
Seasons may change
Winter to spring
But I love you until the end of time
Come what may...
I will love you until my dying day
...........
(Come What May - Nicole Kidman)
Tak ada keindahan yang dapat disandingkan dengan cinta pertama. Kala itu, cinta terasa lembut dan penuh kemurnian seputih salju. Namun berapa lama cinta pertama dapat bertahan dalam irama waktu? Jika salju abadi dapat mencair, begitu pula dengan kesetiaan. Di tengah hiruk pikuk skandal perselingkuhan dan angka perceraian yang terus meningkat, gagasan cinta abadi kini terdengar konyol dan naif, sesuatu yang hanya bisa ditemukan dalam novel atau film romantis.
Hei..tunggu, jangan galau dulu. Apakah dunia memang seburuk itu?. Masih adakah cinta yang dapat bertahan sampai selama-lamanya?
Legenda Cinta Abadi
Dalam tradisi Eropa kuno, cinta abadi sering dilambangkan dengan sepasang angsa. Mungkin karena mayoritas angsa berbulu putih, mewakili kemurnian cinta dan kesetiaan. Selain itu, ada sebuah kebetulan yang ajaib. Bila sepasang angsa dari arah yang berlawanan bertemu satu sama lain, perhatikan saja, mereka akan membentuk sebuah lambang hati.
Namun dinobatkannya angsa menjadi lambang cinta tidak hanya didasarkan pada alasan filosofis semata. Tak seperti bangsa burung lainnya, angsa merupakan hewan monogami. Dalam masa musim kawin mereka, setiap angsa umumnya hanya memilih satu pasangan. Tak heran bila para ilmuwan tertarik untuk meneliti kehidupan angsadengan kaca mata yang lebih intim.
