Monday, 19 August 2013

Alasan Ilmiah Manusia Melihat Cahaya Menjelang Ajal


Saat menjelang kematian - bahkan mati suri, banyak orang melaporkan seperti melihat cahaya terang. Pengalaman ini menimbulkan pertanyaan di benak ilmuwan, apa penyebabnya?
livescience.com

Dalam studi terbaru, seperti diberitakan BBC, Selasa (13/8/2013), ilmuwan mengungkapkan bahwa cahaya terang yang dilihat saat mendekati kematian (disebut NDE: Near Death Experience) mungkin saja dipicu oleh lonjakan aktivitas elektrik pada zona otak yang bertanggung jawab untuk penglihatan.

 
 
 
"Banyak orang mengira otak tidak aktif atau ada dalam aktivitas rendah (hipoaktif) setelah seseorang dinyatakan meninggal secara medis. Kami menunjukkan jika bukan hal tersebut yang terjadi," ujar Dr Jimo Borjigin dari University of Michigan yang menjadi penulis utama studi ini.

"Justru, maka otak menjadi lebih aktif saat menjelang kematian daripada ketika seseorang masih hidup," tambah Borjigin  yang memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Friday, 2 August 2013

Mengapa Nyamuk Menggigit Orang Tertentu Lebih Sering?


Pernahkah Anda sedang asik berkumpul dengan teman-teman di malam hari, lalu tangan dan kaki Anda gatal-gatal diserang nyamuk sementara teman lainnya tenang saja. Padahal semua sama-sama mengenakan celana pendek? Atau Anda berkemah di pantai, lalu bingung melihat nelayan di pinggir laut asik tidur hanya di balik sarung saja. Sementara Anda harus memakai celana panjang, jaket tebal, dan lotion anti nyamuk. Duh, tetap jadi sasaran serangan.

Hal ini telah menarik perhatian banyak ilmuwan, dan hasilnya diperkirakan 20 persen penduduk dunia mengalami hal yang sama. Tampaknya, sementara ini kesimpulan yang menjadi faktor nyamuk memilih orang-orang tertentu adalah sebagai berikut:

Hati-hati Berenang, Ada Amuba Pemakan Otak di Dalam Air


PAM - primary amebic meningoencephalitis, adalah satu jenis penyakit meningitis yang mematikan, disebabkan oleh amuba yang disebut Naegleria fowleri. Amuba ini menyerang otak korban dan memakannya. Organisme bersel tunggal ini hidup di dalam air.

Kasus PAM memang terbilang langka, namun sebaiknya membuat kita lebih waspada.  Naegleria fowleri bisa ditemukan di sungai atau danau yang hangat. Lalu masuk ke tubuh manusia melalui hidung dan melewati saraf penciuman menuju otak. Amuba ini menghancurkan jaringan otak. 
stillwater.patch.com

 
Kasus terbaru seperti dilansir Livescience, Rabu, Juli memuat laporan tentang Kali Hardig, seorang anak yang berenang di  Willow Springs Water Park di Little Rock, Arkansas.  Beberapa jam setelah itu, Kali muntah-muntah. Dia terus menangis dan mengeluh kepalanya sakit. 

Ibunya, Traci Hardig panik bukan kepalang melihat putrinya yang berusia 12 tahun demam dan tak bisa diredakan. “Dia hanya melotot memandangi saya, dan bola matanya berputar-putar,” kisah sang ibu. Ia pun langsung membawa Kali ke rumah sakit. Saat ini kondisinya masih koma.

Wednesday, 31 July 2013

Alam Semesta Dirancang dengan Ketepatan Sempurna


Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuan adalah apa yang disebut prinsip antropis. Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. 
 
Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi. Dalam hal ini, seorang astronom Amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal the Unmistakable Identitiy of the creator telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.
 
1. Jarak bumi dengan matahari
  • Jika lebih jauh: planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
  • Jika lebih dekat: planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil

Friday, 26 July 2013

Wanita Bertubuh Tinggi Lebih Mudah Terkena Kanker


Bagi wanita, punya tubuh tinggi memang lebih menjanjikan bila ingin berkarir di bidang modeling hingga pramugari. Namun, waspada. Peneliti menemukan wanita bertubuh tinggi berisiko lebih besar terkena kanker.

Saat usia di atas 50-an atau pasca-menopouse, segala jenis kanker yang menyerang payudara, usus besar, endometrium, ginjal, ovarium, rektum, dan tiroid, serta multiple myeloma dan melanoma lebih mudah menyerang.


Ilmuwan dari Yeshiva University menyimpulkan, setiap perbedaan 10 cm lebih tinggi, berarti 13 persen lebih berisiko.

Dr Geoffrey Kabat, epidemiologi senior Yeshiva University, mengatakan: "Kami terkejut pada jumlah situs kanker yang berhubungan positif dengan tinggi badan. Dari hasil pengumpulan data, kanker lebih banyak terkait dengan tinggi badan dibanding indeks massa tubuh."