Thursday, 3 January 2013

Di Israel Ada Sekolah Untuk Menjadi Nabi


Israel semakin keblinger. Di Negeri Zionis itu ada sekolah yang lulusannya bakal mendapat gelar 'nabi'.

Sekolah bernama 'Cain and Abel School for Prophet' itu menarik biaya 200 shekel (sekira 53 dolar AS) bagi siapa saja yang berniat memiliki gelar nabi. Gilanya, untuk mendapatkan gelar Nabi, para siswanya hanya perlu mengikuti 40 kelas singkat.


whig.com
 
 
Sekolah tersebut memberikan sertifikat kepada siapapun yang dinyatakan lulus. Peraturan di sekolah itu juga tidak ketat.Siswa-siswa di sekolah tersebut boleh masuk kelas hanya mengenakan kaos oblong, memakai gadget selama pelajaran, hingga ada yang menenteng gitar masuk ke dalam kelas. Bahkan ada siswa yang tak segan keluar kelas untuk sekedar merokok.

Di sekolah ini, para siswa belajar tentang arti mimpi, klasifikasi malaikat, dan misteri roh kudus. Mereka belajar bagaimana membedakan perasaan batin seseorang dari perilaku eksternal dan penampilan.

Saturday, 29 December 2012

Menguak Kisah Si Selipar Jepun ( sendal jepit )


 sole-step.com
Orang Malaysia menyebutnya selipar jepun. Orang Australia memanggilnya thongs, di Amerika malah dibilang flip-flop. Yang lucu di Ceko, benda ini disebut zabky yang artinya kodok.

Padahal selipar jepun, flip-flop, atau berbagai sebutan berbeda di tiap negara menunjuk pada alas kaki sejuta umat: sandal jepit. Mungkin karena diduga asalnya dari Jepang maka disebut selipar jepun (selop Jepang).

Dari mana asal-muasal sandal jepit? Sebenarnya penggunaan sandal jepit sama tuanya dengan jaman batu. Sebagai perbandingan, lukisan pada gua dari periode akhir Paelotik sekitar 15.000 tahn lalu sudah menggambarkan sandal jepit. Demikian juga dari penemuan arkeolog pada makam-makam Mesir kuno sekitar 4.000 tahun Sebelum Masehi.

Tuesday, 25 December 2012

Kisah Unik Topi Toga


Mengapa saat kelulusan memakai toga? Mengapa tali pada topi toga dipindahkan dari kiri ke kanan? Bagaimana asal-muasal toga?

Di Indonesia, secara umum kostum kelulusan disebut toga - berasal dari penyebutan untuk pakaian di jaman Romawi kuno. Pada masa tersebut, kaum intelektual kerap memakai kain panjang (kira-kira 6 meter) yang dibalut sedemikian rupa, sehingga membentuk kostum. Bedanya dengan pakaian biasa, toga tidak dijahit.

transparencyrevolution.com


Di negeri barat, kostum kelulusan hanya disebut gown. Sementara topi berbentuk bujur sangkar disebut mortarboard. Ada juga yang menyebutnya "graduate cap" dan "black cap".

Banyak peneliti meyakini mortarboard merupakan pengembangan dari biretta, yakni topi yang dikenakan oleh pendeta Katolik Roma.  Biretta sendiri terinspirasi dari bahasa Italia "berretto" (berasal dari kata latin "birrus" dan Yunani "pyrros"). Di jaman Romawi sekitar abad 12 hingga 14, berretto sebagai ciri bagi kalangan pelajar akademik, seniman, dan humanis.

Tuesday, 18 December 2012

Ini Cara Membaca Kalender "Kiamat" Maya


Penyebab salah prediksi tentang kiamat berawal dari hitungan di kalender Maya berakhir pada 21 Desember. Sehingga isu pun berkembang soal kiamat diakibatkan tak ada lagi penanggalan setelah itu.

Sesungguhnya,  kalendar Maya akan mengalami siklus tahunan yang terbaru setelah 21 Desember. Jadi hanya akhir periode saja, sama seperti kita melihat kalender masehi di rumah yang selalu berakhir setelah 31 Desember.

Lalu, sebenarnya bagaimana membaca kalender suku bangsa yang tinggal di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini? Suku bangsa Maya menciptakan sistem matematika mereka sendiri. Mereka menggunakan rangkai titik dan garis untuk mengidentifikasi angka. Satu titik sama dengan satu unit, lalu satu baris sama dengan lima unit. Terakhir ada kerang yang merefleksikan angka nol.

Sunday, 16 December 2012

Inilah Rahasia Nabi Muhammad SAW Sangat Sayang Kepada mueeza



Nabi  Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
 
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak tiga kali.
 
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
 
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.