Traveler, pengelana, musafir, atau apapun sebutannya memang memiliki keunikan tersendiri dibanding kebanyakan orang. Para pengelana tak suka berdiam diri di satu tempat dalam waktu yang lama. Mereka selalu ingin membuka pintu dan segera melangkahkan kaki untuk keluar dari sarangnya.
Seorang pengelana memiliki wanderlust, keinginan yang tak pernah berhenti untuk melihat dunia. Bagi mereka, tempat-tempat seganjil atau setersembunyi apapun bisa menjadi surga. Bagi beberapa orang yang tak mengerti, gaya hidup seperti ini bisa dianggap pemborosan, atau bahkan ugal-ugalan. Namun tahukah kamu bahwa sifat-sifat yang terpatri dalam diri para traveler justru bisa mendekatkan mereka pada kesuksesan?
1. Para traveler adalah pribadi yang paling alergi pada kenyamanan semu. Mereka mengimani bahwa pengalaman baru adalah sebaik-baiknya guru.
Tak betah berlama-lama di dalam rumah via imgkid.com
Para pengelana sejati tak suka berlama-lama dalam comfort zone. Mereka selalu berusaha mencari tempat-tempat baru untuk dikunjungi, bertemu dengan sebanyak mungkin orang, tak jarang juga mereka menemui kesulitan beserta ketidakpastian di tengah perjalanan. Kendala bahasa dan budaya mungkin yang paling sering ditemui.
Namun karena ketidakpastian itu-lah yang membuat para pengelana memiliki banyak pengalaman, hingga mereka menjadi lebih banyak belajar. Mereka banyak mendapatkan ilmu dari perjalanan-perjalanan yang mereka lakukan.
2. Perubahan yang pasti datang takkan disambut dengan panik dan ketakutan. Perjalanan mengajarkan mereka menyulap kebahagiaan dari keadaan yang sebenarnya ‘sial’.
Baik atau buruk, perubahan pasti datang seiring zaman. Perubahan tersebutlah yang membawa manusia untuk dapat bertumbuh dan berkembang. Mental yang siap mengecap kesuksesan adalah mental yang rela memeluk perubahan.
Percaya atau tidak, sebenarnya para traveler adalah mereka yang paling siap menghadapi perubahan ini. Maklum, ketidakpastian selama perjalanan telah menempa mereka untuk menyambut apapun yang bergeser dari jadwal mereka secara suka cita. Pesawat delay? Biasa! Bensin habis? Santai aja! Ketemu orang yang nggak bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris? Maklum saja, cari cara supaya mereka berdua bisa saling mengerti tanpa harus memakai bahasa yang sama! Kreativitas untuk menciptakan kebaikan dari keadaan-keadaan yang sebenarnya tak ideal inilah yang menjadikan mereka begitu siap menghadapi baik-buruk perubahan dari lingkungan mereka.
3. Kesuksesan hanya akan datang pada hati yang sabar. Cobalah tanya makna kesabaran pada mereka yang terbiasa makan mie instan karena uang harus ditabung demi liburan.
Kesuksesan tidak datang secara instan. Ia hanya akan menjenguk ketika kita sudah kenyang makan kerja keras dan kegagalan. Karena itu, sukses hanya akan datang pada hati yang luar biasa sabar.
Cobalah tanyakan pada para traveler apa makna kesabaran. Mereka pasti sudah ahli! Dari harus makan mie instan demi membeli keril yang baru karena yang kemarin hilang di bagasi pesawat, bus kota yang terlambat berjam-jam dan ketika datang malah bau durian, harus berdesak-desakan seperti ikan sarden di dalam angkot… perjalanan yang mereka lakukan benar-benar “sekolah” untuk mengendalikan emosi dan membersihkan hati.
Ingat, sangat mudah untuk bersabar ketika kamu ada di rumah, nyaman dan aman dengan adanya keluarga. Jauh lebih susah ketika kamu harus bersabar dalam keadaan kamu tersesat malam-malam, tak punya orang yang dikenal di sekitar, sementara HP-mu mati dan tak ada tempat untuk mengecas di dekatmu.
Ketidakpastian-ketidakpastian seperti inilah yang hampir setiap hari dihadapi para traveler di jalan. Wajarlah jika ketika mereka sudah pulang, mereka akan menjadi pribadi yang lebih bersabar.