Friday, 27 September 2013

Percakapan Rasulullan & Iblis

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras."


Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW
Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),

Wednesday, 25 September 2013

Dan Matahari pun akan Mati



Dan Matahari berjalan ke tempat peristirahatannya. Itu adalah keputusan Yang Mahakuasa, yang Mahatahu. (QS Ya Sin, 38)
 
Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada saat yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan berakhir, dan matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya pergi keluar.

Dalam konteks itu, ayat di atas dapat menjadi acuan untuk matahari energi satu hari akan segera berakhir. (Allah mengetahui kebenaran.)
 
Kata Arab "limustaqarrin" dalam ayat tersebut mengacu pada tempat tertentu atau waktu. Kata"tajree" diterjemahkan sebagai "berjalan," beruang makna seperti "untuk bergerak, untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir." 

Monday, 23 September 2013

Waspada, 10 Penyebab Kepunahan Massal yang Siap Terjadi

1. Human Cause


Manusia telah menjadi sangat kuat untuk menghindari bahaya alam. Tapi sayangnya dia sendiri telah mengembangkan metode untuk pemusnahan massal. Yang paling jelas adalah perang nuklir. Kita memiliki cukup nuklir di planet untuk memusnahkan semua kehidupan. Tetapi kita dapat berharap bahwa suatu hari kita menjadi cukup aman untuk tidak menggunakan senjata pada skala global.

2. Global Cooling



Seperti digambarkan dalam "The Day after Tomorrow", untuk beberapa waktu bumi akan terlalu dingin dengan sangat cepat, menyebabkan kematian bagi banyak daerah kutub dan sekitarnya. Pada gilirannya akan menyebabkan migrasi besar-besaran ke daerah khatulistiwa. Jika beruntung, di beberapa daerah masih bisa ditemukan sisa-sisa air karena sebagian besar menjadi es dan salju.

Friday, 20 September 2013

Apa yang Terjadi Bila Semua Es di Kutub Mencair?


National Geographic baru-baru ini mengeluarkan sebuah peta interaktif yang menyajikan bagaimana keadaan di planet Bumi jika seluruh es di dunia ini mencair. Es yang mencair akan menaikkan tingkat permukaan laut setinggi 65,8 meter yang mengakibatkan beberapa kota-kota besar di seluruh dunia tenggelam termasuk New York, London, Amsterdam, Bangkok, Singapura, Tokyo, dan Jakarta. Banyak negara-negara yang akan kehilangan wilayahnya dan peta dunia tak akan pernah sama lagi.
Ilustrasi London yang tenggelam / tropicalrainforest-animal.com

Berdasarkan penelitian, ada lebih dari delapan juta kilometer kubik es dipermukaan Bumi dan menurut beberapa ilmuwan dibutuhkan waktu kurang lebih 5000 tahun untuk mencairkan semuanya. 



Jika manusia terus menambahkan jumlah karbon ke atmosfer bisa jadi kelak es akan hilang dari permukaan planet Bumi, bahkan suhu rata-rata planet Bumi akan meningkat dari 14,4 derajat Celcius menjadi 26,67 derajat Celcius atau naik hampir dua kali lipat!

Berikut adalah peta keadaan dunia setelah seluruh es mencair:

Wednesday, 18 September 2013

Hajar Aswad, Batu dari Surga Itu Dicuri




Kota Mekah, dengan kemuliaan yang disandangnya, ia memiliki hukum-hukum yang telah ditetapkan syariat, sebagai bukti yang menunjukkan kemuliaannya. Siapapun dilarang melakukan perbuatan maksiat.

Meski larangan ini telah jelas, ternyata dalam perjalanan sejarah kaum Muslimin, khususnya kota Mekah dan Ka’bah, pernah terjadi pelanggaran yang sangat memilukan dan menodai Ka’bah secara khusus, yaitu terjadinya penjarahan Hajar Aswad.

 
Hajar Aswad merupakan batu termulia. Dia berasal dari Jannah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Hajar Aswad turun dari surga, dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian, dosa-dosa anak Adam-lah yang membuatnya sampai berwarna hitam.”[Hadits shahih riwayat at Tirmidzi. Dishahihkan oleh al Albani. Lihat Shahih Sunan at Tirmidzi, no. 877]